NAMA : TUTI WAHYUNI
NIM : A1C112002
1.Jelaskan bagaimana suatu alkana misalnya
metana (CH4) dapat direaksikan dengan suatu asam kuat,padahal alkana sukar
bereaksi. Jelaskan upaya yang bisa dilakukan agar bisa bereaksi dengan asam
tersebut dan apa hasilnya?
Jawab :
Metana
merupakan salah satu contoh hidrokarbon
yang masuk dalam kategori alkana, hanya mempunyai 1 jenis ikatan
saja.sedangkan alkana adalah hidrokarbon
jenuh yang memiliki jumlah atom hidrogen maksimum.
Alkana tergolong zat yang sukar
bereaksi sehingga disebut parafin yang artinya afinitas kecil .tetapi pada
reaksi sulfonasi yang merupakan reaksi antara suatu senyawa dengan asam sulfat. Dimana eaksi antara alkana dengan asam
sulfat berasap (oleum) menghasilkan asam alkana sulfonat. dalam reaksi ini terjadi pergantian satu atom H oleh gugus –SO3H. Laju reaksi
sulfonasi H3 > H2 > H1. Penggantian atom
H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi . Kemudian dengan
proses perengkahan,yaitu pemutusan rantai karbon menjadi potongan-potongan yang
lebih pendek.
2.suatu alkena
bila dioksidasi akan menghasilkan suatu efoksida,bila efoksida tersebut diasamkan senyawa apa yang akan terbentuk?
Jawab
:
Struktur dasar dari sebuah epoksida berisi
sebuah atom oksigen yang diikat pada dua atom karbon berdekatan yang berasal
dari hidrokarbon.
Epoksidasi adalah reaksi oksidasi ikatan
rangkap oleh oksigen aktif membentuk
senyawa epoksida. Menurut
Swern D. (Swern D., et al, 1945) bahwa asam
peroksi yang dibentuk dari reaksi hidrogen peroksida
dengan asam alifatis rendah (asam formiat dan asam asetat) merupakan bentuk
yang reaktif. Asam peroksi dapat bereaksi sangat cepat dengan
senyawa tidak jenuh. Sifat asam formiat yang
kuat dapat juga membuka cincin oksiran
untuk menghasilkan senyawa turunan
hidroksi-formoksi. Dengan adanya air akan
terbentuk senyawa dihidroksil dan asam formiat.Reaksi
antara efoksida dengan asam mengakibatkan efoksida terprotonasi sehingga dapat
diserang oleh pereaksi nukleofilik .
a. jelaskan oksidator apa yang
digunakan ,dan asam yang digunakan untuk membentuk senyawa tersebut,bagaimana
mekanismenya?
Jawab
:
Atom
Oksigen pada etilen glikol memiliki pasangan elektron bebas sehingga atom O
bersifat nukleofilik - Proton (H+) dari asam akan berikatan dengan atom O
sehingga salah satu ikatan C-O putus - Atom C hasil pemutusan akan berikatan
dengan elektron pada H 2O dari dekomposisi H 2O2
membentuk ikatan C-OH 2 yang bermuatan positif sehingga salah salah
atom H terlepas dan berikatan kembali dengan H 2O membentuk H 3O+
Reaksi pembukaan cincin efoksida
(etilen oksida) menggunakan oksidator H 2O2 dan H 2SO4
pekat membentuk senyawa glikol.
b. jelaskan kemungkinan potensi dari
senyawa yg dihasilkan itu? Potensi biologiskah kimia,fisika dan
matematika?pilih salah satu dan jelaskan!
Jawab :
glikol
merupakan bahan utama pada campuran antibeku permanen untuk radiator kendaraan
bermotor.
Etilen
glikol adalah cairan tak berwarna dan agak lengket. Karena keberadaan dua gugus
hidroksil, maka ikatan intermolekul hidrogen menjadi lebih besar. Oleh sebab itu
etilenglikol mempunyai titik didih yang tinggi (198oC) dan tidak
menguap jika dipakai sebagai anti beku. Etilen gikol juga mudah bercampur
dengan air. Suatu larutan 60% etilen glikol dalam air tidak membeku sampai
suhunya turun hingga -49oC .
3. suatu alkuna
dapat dibuat dari alkana. Jelaskan mengapa reaksi tersebut bisa terjadi? (
)
Jawab :
Pada tahap pertama dalam reaksi eliminasi adalah tahap
lambat dan merupakan tahap penentu laju dari reaksi keseluruhan. Suatu reaksi
yang khas menunjukkan kinetika order-pertama, dengan laju reaksi hanya
bergantung pada konsentrasi alkil halide saja.
Kemudian
pada tahap kedua reaksi eliminasi, basa itu merebut sebuah proton dari sebuah
atom karbon yang terletak berdampingan dengan karbon positif. Elektron ikatan
sigma karbon hidrogen bergeser ke arah muatan positif, karbon itu mengalami rehibridasi.
4.senyawa aromatik
sukar diadisi,tetapi apabila dibakar menghasilkan bilangan oktan yg tinggi.
Mengapa demikian? Bandingkanlah bilangan oktan dari benzena dengan bilangan
oktan pertamax!!!
Jawab
:
Senyawa
aromatik sukar diadisi karena cincin benzena stabil, hal ini berbeda untuk
senyawa-senyawa yang memiliki ikatan rangkap. Hal ini karena ikatan rangkap
pada molekul benzena tidak terlokalisasi pada karbon tertentu melainkan dapat
berpindah-pindah (terdelokalisasi).
Michael
Faraday pada 1825 Meskipun memiliki nama yang mirip dengan bensin, benzena sama
sekali berbeda dengan bensin. Benzena merupakan senyawa golongan golongan
aromatik, sedangkan bensin merupakan campuran senyawa golongan alifatik.
Naftalena memiliki kemiripan sifat yang memungkinkannya menjadi aditif bensin
yang dapat meningkatkan angka oktan.Naftalen merupakan rangkaian hidrokarbon
jenis aromatik bahkan dapat disebut polyaromatik dengan struktur kimia
berbentuk cincin benzena yang bersekutu dalam satu ikatan atau dua orto
lingkaran benzena dimana pada proses penggabungan tersebut kehilangan 2 atom C
dan 4 atom H sehingga rumus kimianya menjadi C10H8.
Benzena
menjadi lebih sering digunakan sebagai senyawa tambahan dalam bensin untuk
menaikkan nilai oktan bensin setelah adanya penghapusan penggunaan timbal
sebagai senyawa tambahan dalam bensin. Bilangan oktan suatu bensin dapat
ditentukan melalui uji pembakaran sampel bensin untuk memperoleh karakteristik
pembakarannya. Karakteristik tersebut kemudian dibandingkan dengan
karakteristik pembakaran dari berbagai campuran n-heptana dan isooktana.
Premium
merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara
BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yakni hanya 88,Menggunakan tambahan
pewarna dye,Pertamax Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan
bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal, Menpunyai Nilai Oktan 92, Bebas
timbal,Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya, Menghasilkan NOx dan Cox
dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain.